• banner7

    Lepas Sambut Peserta Program Dokter Keluarga Indonesia (PIDI) Angkatan III Tahun 2018-2019

  • Banner
  • bannerbig3

    Plt. Gubernur Kepri H. Isdianto, S.Sos., MM menerima Piagam Penghargaan oleh Menteri PANRB atas inovasi "Cegah Stunting bersama Dokter Keluarga" dalam TOP 99 Inovasi Pelayanan Publik Tahun 2019 - Semarang

  • bannerbig1

    Workshop Manajemen Terpadu Tuberculosis Resisten Obat (MTPTRO) di Tanjungpinang

  • bannerbig2

    Tim Data Provinsi Kepri dan 5 Kab/Kota Terpilih mengikuti Sosialisasi Integrasi Sistem Informasi menuju Satu Data Kesehatan (Pusdatin Kemenkes RI) - Jakarta

  • bannerbig5

    Cek Kesehatan Berkala Pegawai di Lingkungan Dinas Kesehatan Provinsi Kepulauan Riau

  • bannerbig6

    Monitoring Pelaksanaan Kampanye Imunisasi MR oleh Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Kepulauan Riau

  • bannergermas

    Buku Monitoring Faktor Risiko PTM..pantau dan sadari tingkat kesehatan anda secara berkala

Keberadaan tenaga kesehatan merupakan bagian dari misi kemanusiaan untuk memberikan pelayanan kesehatan kepada masyarakat yang membutuhkan

Jangan dulu mudik lebaran, Sayangi keluarga dikampung halaman

Covid 19

Ilustrasi : jangan mudik (Shutterstock)

Mudik memang menjadi tradisi tiap tahun menjelang Lebaran. Mengunjungi sanak saudara di kampung halaman untuk lepas kangen dan bersilaturahmi dengan keluarga besar. Tapi mudik bukan sebuah keharusan. Namun sejak adanya pandemi Covid-19 ini, mudik justru lebih banyak mudarat ketimbang manfaatnya, Penyebaran Covid-19 berlangsung secara masif sejak kemunculannya di Indonesia. Virus tersebut bisa menyerang siapa saja, di mana saja dan kapan saja.

Para pemudik yang terlihat sehat sangat bisa berpotensi menjadi carrier atau pembawa virus dari daerah yang telah terpapar virus corona atau masuk zona merah, sehingga bisa menjadi sumber penularan, Status carrier tentu bisa mengancam keselamatan orang lain termasuk keluarga yang ada di rumah dan warga di kampung halaman. Virus tersebut tidak bisa berpindah dengan sendirinya akan tetapi kitalah yang memindahkannya.

Namun bagaimana bagi kita yang sudah terlanjur melakukan mudik, Apa yang sebaiknya kita lakukan?

Bagi masyarakat yang telah terlanjur mudik di tengah pandemi Covid-19. Pemerintah mengimbau untuk menerapkan isolasi mandiri dalam menekan penyebaran Covid-19. Hal ini dikhususkan bagi orang yang mengalami gejala Covid-19 seperti menyerupai gejala flu, yaitu demam, pilek, batuk kering, sakit tenggorokan, dan sakit kepala. Namun bukan hanya yang memiliki gejala saja, orang yang tidak memiliki gejala ataupun yang pernah berkontak dekat dengan orang yang positif Covid 19 dan yang berasal dari daerah yang memiliki wabah Covid-19 juga wajib melakukan isolasi mandiri. Namun bila keadaan makin memburuk segera hubungi/kunjungi dokter ataupun fasilitas kesehatan untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut.

Apa saja yang harus dilakukan ketika melakukan Isolasi mandiri dirumah?

Isolasi mandiri dilakukan setidaknya selama 14 hari. Berikut ini adalah hal-hal yang perlu Anda lakukan selama isolasi mandiri di rumah sesuai anjuran pemerintah:

1. Jangan dulu lakukan kontak dengan dengan orang di rumah

Bila saat ini sedang dalam perjalanan mudik, sesampainya di kampung halaman untuk tidak menyentuh atau bersalaman dengan keluarga, sebab didalam perjalanan bisa saja kita memegang atau menyentuh benda yang sudah terpapar virus, usahakan untuk mencuci tangan setelah sampai di rumah terlebih dahulu.

Selama di rumah, disarankan untuk berada di kamar yang terpisah dengan penghuni rumah lainnya. Kamar disarankan memiliki ventilasi dan pencahayaan yang baik. Saat sedang berada dalam satu ruangan dengan penghuni rumah lainnya, jaga jarak atau lakukan physical distancing terutama dengan orang yang rentan terhadap Covid-19 seperti lansia, pemilik penyakit kronis, dan ibu hamil. Jaga jarak setidaknya sejauh 1-2 meter dan hindari bicara berhadap-hadapan dengan orang lain lebih dari 15 menit

2. Hindari menggunakan peralatan yang sama

Selama menjalani isolasi mandiri, gunakan peralatan makan seperti piring, sendok, garpu, dan gelas secara terpisah. Perlengkapan mandi, seperti handuk dan sikat gigi, juga harus terpisah dari penghuni rumah lainnya.

Selain itu, sediakan tempat sampah atau kantung plastik khusus untuk membuang tisu yang digunakan untuk batuk, bersin, dan membersihkan mulut atau hidung. disarankan untuk rutin membersihkan permukaan benda yang sering disentuh, seperti wastafel, gagang pintu, atau telepon, dengan cairan disinfektan.

3. Gunakan Masker dan Terapkan PHBS

Meski di rumah, Usahakanlah untuk mengenakan masker, guna mencegah penularan kepada keluarga atau orang yang berada dalam satu rumah dengan Anda. Apabila tidak ada masker, dapat membuat masker dari kain. Kepada keluarga  disarankan untuk tidak berlama-lama dalam satu ruangan dengan penghuni rumah yang lain.

Dan biasakanlah untuk mencuci tangann dengan air dan sabun secara rutin. Jangan lupa minum banyak air, setidaknya 8 gelas sehari, serta konsumsi makanan yang bergizi. Anda juga disarankan untuk berjemur dan melakukan olahraga ringan di bawah sinar matahari setiap pagi selama 15–30 menit agar tubuh Anda lebih bugar dan lebih cepat sembuh.

Tidak mudik adalah pilihan terbaik di masa pandemi ini agar keluarga tersayang tidak berisiko terinfeksi covid-19. Rindu memang, tapi dengan tetap dirumah aja, kamu telah menjadi pahlawan untuk kita semua. Yuk pastikan kamu & keluarga tersayangmu #TidakMudik ya. Salam sehat!

 

-AD

Video Promosi Kesehatan

Buku Saku Kesehatan Provinsi Kepulauan Riau Tahun 2018

  • IMG-20171025-WA0039.jpg
  • IMG-20171026-WA0026.jpg
  • sPANDUK_mr_kEPRI.jpg

Link Situs

PEMERINTAH PROVINSI

KEPULAUAN RIAU

DINAS KESEHATAN

KOTA TANJUNGPINANG

DINAS KESEHATAN

KABUPATEN LINGGA

PORTAL BIDANG P2P

DINKES PROV. KEPRI

Click to listen highlighted text! Powered By GSpeech