• banner7

    Intensifikasi TB pada Perusahaan di Kabupaten Karimun

  • bannerbig3

    Sukseskan Kampanye Imunisasi Campak Rubella Agustus-September 2018

  • bannerbig1

    Pencanangan Kampanye Imunisasi Measles Rubella (MR) Tingkat Provinsi Kepulauan Riau Tahun 2018 oleh Bapak Gubernur Kepulauan Riau

  • bannerbig2

    Pencanangan Kampanye Imunisasi Measles Rubella (MR) Tingkat  Kabupaten Bintan Tahun 2018 oleh Bapak Wakil Gubernur Kepulauan Riau

  • bannerbig5

    Pencanangan Kampanye Imunisasi MR Tingkat Provinsi di Kota Tanjungpinang oleh Ibu Gubernur Kepri

  • bannerbig6

    Monitoring Pelaksanaan Kampanye Imunisasi MR oleh Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Kepulauan Riau

  • bannergermas

    Lindungi Generasi Indonesia dari Bahaya Campak dan Rubella..ayo ikut imunisasi..

Lindungi buah hati dan keluarga....Mari Sukseskan Kampanye Imunisasi Campak dan Rubella di Provinsi Kepulauan Riau ....1 Agustus - 30 September 2018.. ...untuk anak berusia 9 bulan - 15 tahun...di seluruh Pos Imunisasi MR (Sekolah dan Fasyankes)

Cegah Kematian Ibu dan Anak dengan Tingkatkan Kompetensi Bidan

APN 1

Angka Kesakitan dan Kematian Ibu dan Bayi di banyak negara berkembang pada umumnya karena pendarahan pasca persalinan, eklampsia, sepsis dan komplikasi keguguran, padahal  penyebab utama ini dapat dicegah melalui upaya yang efektif sehingga dapat menurunkan angka kesakitan dan kematian ibu seperti di negara maju.

Fokus Asuhan Persalinan Normal (APN) adalah persalinan bersih dan aman serta mencegah terjadinya komplikasi. Hal ini merupakan pergeseran paradigma dari menunggu terjadinya dan kemudian menangani komplikasi. Pesalinan bersih dan aman serta pencegahan komplikasi selama pasca persalinan terbukti mampu mengurangi kesakitan atau kematian ibu dan bayi baru lahir.

Keterampilan yang diajarkan dalam pelatihan ini diterapkan sesuai standar asuhan bagi semua ibu yang bersalin pada tahap persalinan oleh penolong dimana pun hal tersebut terjadi dengan sasaran utama adalah bidan.

APN 2

Upaya pencegahan perdarahan pasca pelatihan dimulai pada tahap yang paling dini. Setiap pertolongan persalinan harus menerapkan upaya pencegahan perdarahan pasca persalinan, diantaranya manipulasi minimal proses persalinan, penatalaksanaan aktif kala III, pengamatan melekat kontraksi uterus pasca persalinan. Dengan paradigma pencegahan, episiotomi tidak lagi dilakukan secara rutin karena dengan perasat khusus, penolong persalinan akan mengatur ekspulsi kepala, bahu dan seluruh tubuh bayi untuk mencegah laserasi / hanya terjadi robekan minimal pada perineum.

Kegiatan ini dilaksanakan karena banyak bidan yang belum mengikuti pelatihan APN. Data tahun 2015 menyebutkan dari 1.544 orang bidan, yang telah mengikuti APN adalah 849 orang, dan tahun 2016 menjadi 888 orang. Penambahan jumlah bidan yang telah dilatih APN dari tahun 2015 ke tahun 2016 tersebut terdiri dari 39 orang bidan dilatih melalui dana APBD tahun 2016. Artinya baru sekitar 57,51 % bidan yang telah mengikuti APN.

Diharapkan dengan adanya pelatihan APN bagi petugas kesehatan ini dapat meningkatkan kompetensi dan keterampilan petugas kesehatan sehingga siap dalam melakukan asuhan persalinan yang aman. Melalui materi dan praktek lapangan bidan dan dokter yang bekerja di pelayanan kesehatan di Kab/Kota Provinsi Kepulauan Riau yang berjumlah 52 orang kompetensinya dapat ditingkatkan dalam menurunkan angka kesakitan dan kematian ibu.

penulis : SPM

Video Promosi Kesehatan

Kampanye Imunisasi MR

  • IMG-20171025-WA0039.jpg
  • IMG-20171026-WA0026.jpg
  • sPANDUK_mr_kEPRI.jpg

Link Situs

PEMERINTAH PROVINSI

KEPULAUAN RIAU

DINAS KESEHATAN

KOTA TANJUNGPINANG

DINAS KESEHATAN

KABUPATEN LINGGA

PORTAL BIDANG P2P

DINKES PROV. KEPRI

Click to listen highlighted text! Powered By GSpeech