• banner7

    Lepas Sambut Peserta Program Dokter Keluarga Indonesia (PIDI) Angkatan III Tahun 2018-2019

  • bannerbig3

    Plt. Gubernur Kepri H. Isdianto, S.Sos., MM menerima Piagam Penghargaan oleh Menteri PANRB atas inovasi "Cegah Stunting bersama Dokter Keluarga" dalam TOP 99 Inovasi Pelayanan Publik Tahun 2019 - Semarang

  • bannerbig1

    Workshop Manajemen Terpadu Tuberculosis Resisten Obat (MTPTRO) di Tanjungpinang

  • bannerbig2

    Tim Data Provinsi Kepri dan 5 Kab/Kota Terpilih mengikuti Sosialisasi Integrasi Sistem Informasi menuju Satu Data Kesehatan (Pusdatin Kemenkes RI) - Jakarta

  • bannerbig5

    Cek Kesehatan Berkala Pegawai di Lingkungan Dinas Kesehatan Provinsi Kepulauan Riau

  • bannerbig6

    Monitoring Pelaksanaan Kampanye Imunisasi MR oleh Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Kepulauan Riau

  • bannergermas

    Buku Monitoring Faktor Risiko PTM..pantau dan sadari tingkat kesehatan anda secara berkala

Keberadaan tenaga kesehatan merupakan bagian dari misi kemanusiaan untuk memberikan pelayanan kesehatan kepada masyarakat yang membutuhkan

Cegah Kematian Ibu dan Anak dengan Tingkatkan Kompetensi Bidan

APN 1

Angka Kesakitan dan Kematian Ibu dan Bayi di banyak negara berkembang pada umumnya karena pendarahan pasca persalinan, eklampsia, sepsis dan komplikasi keguguran, padahal  penyebab utama ini dapat dicegah melalui upaya yang efektif sehingga dapat menurunkan angka kesakitan dan kematian ibu seperti di negara maju.

Fokus Asuhan Persalinan Normal (APN) adalah persalinan bersih dan aman serta mencegah terjadinya komplikasi. Hal ini merupakan pergeseran paradigma dari menunggu terjadinya dan kemudian menangani komplikasi. Pesalinan bersih dan aman serta pencegahan komplikasi selama pasca persalinan terbukti mampu mengurangi kesakitan atau kematian ibu dan bayi baru lahir.

Keterampilan yang diajarkan dalam pelatihan ini diterapkan sesuai standar asuhan bagi semua ibu yang bersalin pada tahap persalinan oleh penolong dimana pun hal tersebut terjadi dengan sasaran utama adalah bidan.

APN 2

Upaya pencegahan perdarahan pasca pelatihan dimulai pada tahap yang paling dini. Setiap pertolongan persalinan harus menerapkan upaya pencegahan perdarahan pasca persalinan, diantaranya manipulasi minimal proses persalinan, penatalaksanaan aktif kala III, pengamatan melekat kontraksi uterus pasca persalinan. Dengan paradigma pencegahan, episiotomi tidak lagi dilakukan secara rutin karena dengan perasat khusus, penolong persalinan akan mengatur ekspulsi kepala, bahu dan seluruh tubuh bayi untuk mencegah laserasi / hanya terjadi robekan minimal pada perineum.

Kegiatan ini dilaksanakan karena banyak bidan yang belum mengikuti pelatihan APN. Data tahun 2015 menyebutkan dari 1.544 orang bidan, yang telah mengikuti APN adalah 849 orang, dan tahun 2016 menjadi 888 orang. Penambahan jumlah bidan yang telah dilatih APN dari tahun 2015 ke tahun 2016 tersebut terdiri dari 39 orang bidan dilatih melalui dana APBD tahun 2016. Artinya baru sekitar 57,51 % bidan yang telah mengikuti APN.

Diharapkan dengan adanya pelatihan APN bagi petugas kesehatan ini dapat meningkatkan kompetensi dan keterampilan petugas kesehatan sehingga siap dalam melakukan asuhan persalinan yang aman. Melalui materi dan praktek lapangan bidan dan dokter yang bekerja di pelayanan kesehatan di Kab/Kota Provinsi Kepulauan Riau yang berjumlah 52 orang kompetensinya dapat ditingkatkan dalam menurunkan angka kesakitan dan kematian ibu.

penulis : SPM

Video Promosi Kesehatan

Buku Saku Kesehatan Provinsi Kepulauan Riau Tahun 2018

  • IMG-20171025-WA0039.jpg
  • IMG-20171026-WA0026.jpg
  • sPANDUK_mr_kEPRI.jpg

Link Situs

PEMERINTAH PROVINSI

KEPULAUAN RIAU

DINAS KESEHATAN

KOTA TANJUNGPINANG

DINAS KESEHATAN

KABUPATEN LINGGA

PORTAL BIDANG P2P

DINKES PROV. KEPRI

Click to listen highlighted text! Powered By GSpeech