Skip to content

Increase font size Decrease font size Default font size
:: Selamat Datang di Website Resmi Dinas Kesehatan Provinsi Kepulauan Riau ::
PENERAPAN E-REPORT PBF TAHUN 2013 PDF Print E-mail
Written by Oktania Tri Rahmania, SKM   
Wednesday, 27 March 2013 16:00

Pedagang Besar Farmasi, yang selanjutnya disingkat PBF adalah perusahaan berbentuk badan hukum yang memiliki izin untuk pengadaan, penyimpanan, penyaluran obat dan/atau bahan obat dalam jumlah besar sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan dengan menerapkan Cara Distribusi Obat yang Baik.

Setiap transaksi obat atau bahan obat yang terjadi baik pangadaan, penyimpanan, penyalurannya harus dilaporkan secara berkala seperti yang di amanatkan dalam Peraturan Menteri Kesehatan RI Nomor : 1148/Menkes/ Per/VI/2011 tentang Pedagang Besar Farmasi, Pasal 30 ayat (1) dinyatakan bahwa : “Setiap PBF dan Cabangnya Wajib menyampaikan laporan kegiatan setiap 3 bulan sekali meliputi kegiatan penerimaan dan penyaluran obat dan/atau bahan obat kepada Direktur Jenderal dengan tembusan kepada Kepala Badan, Kepala Dinas Kesehatan Provinsi, dan Kepala Balai POM” dan ayat 4, “Laporan sebagaimana dimaksud pada ayat 1 dan 2 dapat dilakukan secara elektronik dengan menggunakan teknologi informasi dan komunikasi”.

Sebelumnya laporan Dinamika obat PBF dilaporkan ke Dinkes Provinsi dengan format excel atau txt dan selanjutnya Dinkes Provinsi akan mengkompilasi laporan tersebut ke dalam software dan mengirimkannya ke Kementerian Kesehatan RI. Kendala yang sering muncul adalah data yang dikirimkan oleh PBF tidak bisa di kompilasi ke dalam sistem Dinkes Provinsi sehingga laporan ke Kementerian Kesehatan sering terlambat dan terkadang sistem dari masing-masing PBF tidak mendukung untuk pelaporan Dinamika obat PBF tersebut.

Sejak Tahun 2012 sudah dikembangkan pelaporan Dinamika Obat PBF secara online (e-report PBF) oleh Direktorat Bina Kefarmasian dan Alat Kesehatan Kementrian Kesehatan RI yang langsung dilaporkan oleh PBF melalui website Kementerian Kesehatan. Perlu diketahui jumlah PBF di Provinsi Kepri ini berjumlah 34 PBF yang masih operasional. Untuk Laporan Tahun 2012 tercatat 26 PBF yang sudah mendaftar di website, 8 PBF yang sudah melapor dari Triwulan I-IV, 10 PBF yang sudah melapor tapi belum rutin tiap triwulannya dan 8 PBF yang belum mendaftar.

Pergantian Apoteker penanggung jawab PBF sangat mempengaruhi kepatuhan dalam melaporkan dinamika obat pbf dan juga tata cara pelaporan yang harus menggunakan laporan secara elektronik perlu selalu diajarkan kembali. Dengan pertemuan ini, maka hambatan-hambatan tersebut dapat teratasi dengan lebih efektif dan efisien.